RISTA FAUZININGTYAS

Dream is not only imagination but also make it happen

ADVANCE CARE PLANNING (ACP), UPAYA MENGHORMATI KEPUTUSAN KLIEN

02 March 2017 - dalam Umum Oleh ristafauziningtyas-fkp

1  Definisi Advance Care Planning

Advance Care Planning (ACP) adalah sebuah proses yang berfokus pada individu. Kegiatan ini melibatkan individu, petugas kesehatan (dokter, perawat, psikolog dan sukarelawan), dan atau keluarga atau orang yang mengasuh. ACP dilakukan untuk merencanakan perawatan kesehatan di masa depan dan menunjuk orang yang bertanggung jawab atas diri individu bila suatu saat individu tersebut tidak mampu membuat keputusan kesehatan diri sendiri (Ministry-Health-New-Zealand, 2011).

2  Tujuan Advance Care Planning

Program ini bertujuan untuk menghormati pilihan klien terutama mengenai nilai, kepercayaan dan perawatan di akhir hayat. Program ini sangat menjunjung tinggi hak klien, yaitu hak klien untuk tetap mandiri dan bermartabat (dignity), mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar, mendapatkan komunikasi yang efektif, diberikan informasi secara menyeluruh dan membuat pilihan dan informed consent (New-Zealand-Ministry-of-Health, 2012).

3  Pelaksanaan dan tahapan Advance Care Planning

Pelaksanaan ACP harus memperkuat informasi yang diberikan pada individu dalam pengambilan keputusan mengenai perawatan kesehatan. Topik yang dibahas dalam ACP harus merupakan fokus dari masing-masing individu. Apabila individu tidak berkenan untuk melakukan pembicaraan mengenai perawatan kesehatan di masa depan maka pilihan tersebut harus tetap dihormati. Ada beberapa topik yang didiskusikan dalam ACP, yaitu:

  1. Pemahaman individu mengenai penyakit dan prognosis.
  2. Jenis perawatan dan tindakan medis yang mungkin dapat membantu ataupun berbagai kemungkinan yang dapat terjadi akibat tindakan medis tersebut.
  3. Tujuan, harapan, nilai, keyakinan dan ketakutan yang dirasakan individu
  4. Pilihan individu terhadap perawatan dan juga tindakan medis di masa yang akan datang
  5. Pilihan tempat perawatan di masa depan dan juga bagaimana tempat tersebut mempengaruhi individu
  6. Keluarga atau seseorang yang dipercaya untuk bertanggung jawab pada individu untuk mengambil keputusan baik finansial ataupun pada diri individu
  7. Kebutuhan spiritual individu
  8. Pandangan dan pemahaman individu mengenai tindakan kegawatdaruratan yang mungkin dilakukan (Contoh: Resusitasi jantung paru)

Para petugas kesehatan harus memperhatikan kepada siapa ACP ini tidak dapat dilakukan serta orang yang membutuhkan perhatian khusus pada saat dilakukan program ACP. Berikut ini adalah orang yang tidak boleh diberikan program ACP, yaitu penderita Demensia tahap lanjut dan anak. Individu yang membutuhkan perhatian khusus pada saat pelaksanaan ACP adalah di bawah ini, yaitu:

  1. Individu yang memiliki gangguan kognitif sedang
  2. Individu dengan kerusakan intelektual
  3. Individu dengan kerusakan penglihatan
  4. Individu yang memiliki keterbatasan mendengar (tuli)
  5. Individu dengan keterbatasan fisik
  6. Individu dengan keterbatasan berbicara

(Ministry-Health-New-Zealand, 2011)

Berikut ini adalah tahapan dalam pelaksanaan ACP, yaitu:

Tahap 1: Pengenalan ACP

Pada tahap pertama petugas kesehatan menyampaikan mengenai definisi, tujuan, manfaat dan langkah-langkah ACP. Perawat dan dokter juga menyampaikan menjelaskan mengenai kondisi penyakit yang sudah didiagnosis atau penyakit yang diperkirakan akan muncul. Tahap ini dapat dilakukan secara berkelompok atau individu.

Tahap 2: Diskusi

Pada tahap ini petugas kesehatan menggali lebih dalam mengenai nilai, kepercayaan, keinginan dan ketakutan pada klien. Klien dapat berdiskusi dengan keluarga dan petugas medis yang bertanggung jawab atas diri sendiri.

Tahap 3: Dokumentasi

Petugas membantu klien untuk mendokumentasikan perencanaan yang telah dilakukan di dalam sebuah lembar dokumentasi yang juga dapat dimasukkan di dalam rekam medis. Apabila klien tidak mampu menuliskan perencanaan yang telah dibuat, perencanaan ini dapat berupa rekaman.

Tahap 4: Review dan perubahan pilihan yang telah dibuat

Review perencanaan yang telah dibuat dapat dilakukan 6 bulan setelah tahap 3 atau apabila ada perubahan status kesehatan/diagnosis penyakit klien.

Tahap 5: Aplikasi

Penerapan perencanaan yang telah dibuat dilakukan oleh petugas medis dan keluarga.

 

4  Hambatan pelaksanaan Advance Care Planning

Para petugas kesehatan penting untuk mengetahui beberapa hambatan pada saat pelaksanaan Advance Care Planning. Hambatan yang terjadi adalah

  1. Penentuan waktu yang tepat. Petugas harus mengetahui kapan individu siap untuk melakukan ACP. Apabila waktu yang dipilih kurang tepat maka akan mempengaruhi perencanaan perawatan yang dibuat.
  2. Pasien dan keluarga mungkin merasa tidak nyaman untuk membicarakan akhir hayat. Hal ini berkaitan dengan beberapa kebudayaan yang menganggap pembicaraan mengenai kematian adalah sebuah hal yang tabu.
  3. Pasien yang tidak menyadari haknya untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan mengenai perawatan bagi diri pasien.
  4. Menghadapi penyakit yang sangat parah dan merawat pasien dalam kondisi sakit parah akan membuat klien dan keluarga mengalami stresor yang sangat tinggi (Ministry-Health-New-Zealand, 2011).

 

SUMBER PUSTAKA

Ministry-Health-New-Zealand. (2011). Advance Care Planning: A guide for the New Zealand health care workforce. Wellington: The Ministry of Health of New Zaeland.

New-Zealand-Ministry-of-Health. (2012, Januari -). Advance Care Planning. Dipetik Oktober 23, 2013, dari Advance Care Planning: http://www.advancecareplanning.org.nz/



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :